Probolinggo,kabareprobolinggo.com
---Menjadi kendali dalam sebuah tugas sangatlah tidak ringan karena tugas yang mulia juga membutuhkan komitmen yang tinggi.
Seperti yang ditayangkan Jum'at 25 September 2020 oleh Media Kabare Probolinggo dengan judul "Lima Bulan Kartu ATM BNI PKH di Pegang Pendamping".
Diduga uang KPM diambil oleh pendamping PKH, sangkaan yang dilontarkan warga Muneng Leres ke Media Kabare Probolinggo di jawabnya dengan jelas oleh "AMR" pendamping PKH di Desa Muneng Leres Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo,
wanita yang sehari harinya mempunyai usahan dagang baju ,celana di rumahnya dan jual secara online menjawab atas pemberitaan sebelumnya. " Saya menjadi pendamping PKH berawal September 2016 dan sampai sekarang,KPM yang dari tahun 2016 hubungan sangat baik.
Bahkan, tiap bulannya pihaknya selalu mengadakan pertemuan,
setiap pencairan PKH. " Saya hanya mendampingi dan memberitahukan kalau uangnya sudah bisa diambil.dengan nominal yang tentunya tidak sama diantara KPM," ungkapnya.
Terkai tuduhan ATM dipegang dirinya selama 5 bulan sebelumnya itu juga tidak benar .
ATM BNI dari PKH dikembalikan sendiri dengan menulis surat pernyataan terhitung bulan Maret 2020, dengan alasan karena KPM benar benar mampu dan menyadari sendiri keadaan yang lebih baik dari sebelumnya.
Ada juga yang beralasan malu kalau diberi lebelisasi "Orang Miskin", sebelum pemasangan lebel miskin di rumah KPM sudah dimusdeskan,dan keseluruhan yang mengundurkan diri PKH kurang lebih 120 KPM dan itu dilakukan tidak ada unsur paksaan.
"Saya sudah menghadap Kabit Lijamsos Kabupaten Probolinggo kemaren dan saya terangkan apa adanya, karna saya meras difitnah dan lebih lebih saya merasa benar juga tidak merasakan sangkaan orang-orang tersebut seperti yang sudah di beritakan sebelumnya," tuturnya dengan nada tegas di depan media Kabare Probolinggo.(MH)


Post a Comment